Kemah Karakter Virtual 2020 Hari Keempat | Jurnal Akhir

Opini dan review Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia jenjang SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK/SMKLB. Penulis sendiri merupakan pelajar SMK.


Keterangan masa kemah yang diikuti penulis

Tanggal : 10 Juli 2020

Sesi : II

Waktu : 13.00 s.d 15.00

 

Tajuk sesi kali ini adalah jalan-jalan ke Museum Nasional Indonesia. Untuk saya yang menginjakkan kaki ke Monumen Nasional saja tidak pernah, penjelasan yang disampaikan narasumber cukup jelas. Jalan-jalan virtual memang hanya menunjukkan gambar, tapi menyenangkan saat ada pakar yang baik hati mau menjelaskan, belum tentu saat ke Museum Nasional saya bisa mendapat Tour Guide sekeren Kak Popon dan Kak Asep.

Setidaknya setelah 3 hari mengikuti acara kemah virtual sendirian, sejam dari sesi kali ini saya ikuti dengan keluarga saya. Ternyata ikut acara dengan keluarga ada tidak menyenangkannya, karena saya harus merespon pembicaraan orang lain sementara saya harus fokus ke webinar yang tengah berlangsung.

Jalan-jalan virtual ini menjadi penutup dari acara Kemah Karakter Virtual 2020. Kuis di acara terakhir bertambah satu, pemenang makin banyak. Story Instagram Cerdas Berkarakter juga penuh dengan ucapan terimia kasih. Setelah acara terakhir ini akan ada sesi mentoring tugas akhir. Mentoring ini dipandu pihak Cerdas Berkarakter lewat aplikasi zoom.

Sepanjang kemah ini, pihak panitia kemah memang meminta publikasi pada peserta yang ikut. Saya tidak tahu apakah orang-orang yang melakukan publikasi justru sibuk memikirkan konten terbaik untuk postingan mereka, atau ya, ini kejujuran bahwa saya ikut kemah, saya benar-benar melakukan publikasi untuk berbagi. Jiwa nyinyir saya meronta-ronta saat melihat repost story instagram Cerdas Berkarakter, di sana, anak-anak tampak duduk manis di depan laptop. Di masa kecil saya, kenal laptop saja tidak. 

Dari kehidupan kemah virtual yang saya alami empat hari ini, saya sadar bahwa teknologi telah tersebar luas, meski dalam penggunaan yang bermanfaat, masih sering dikesampingkan. Orang lebih suka melihat apa yang sedang ramai, dari pada apa yang manfaat untuk mereka.

Jika kemah ini dinilai dari skala 1 sampai 10, maka saya menilai 8. Untuk kegiatan virtual yang membangun karakter sudah baik dalam penyampaiannya, jika dinilai dari publikasi dan syarat tak kasat mata berupa teknologi dan kuota internet, maka saya kira kemah ini hanya diperuntukan untuk Anak Indoneia yang kaya. Yang namanya membangun pasti bertahap, saya sangat memahami itu, maka besar harapan saya agar seluruh Anak Indonesia di masa depan, dapat mengikuti kegiatan kemah karakter.

Kemah ini telah usai. Tinggal tugas akhir yang menunggu. Untuk siapapun yang membaca tulisan saya, saya berpesan, gunakan internet dan teknologi untuk hal-hal yang baik. Satu lagi, website pemerintah saat dapat membantumu mengerti dunia, sumber informasi anti hoax, dan sumber data yang diterima siapa saja. 

Komentar