Kemah Karakter Virtual 2020 Hari Pertama | Jurnal Akhir

Opini dan review kegiatan Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia hari pertama oleh peserta jenjang SMP/SMPLB, SMA/SMKLB, SMK/SMKLB. Penulis sendiri merupakan siswa SMK.

Untuk kelengkapan informasi umum tentang kemah ini, bisa diakses di sini.

Sebuah keengganan ketika saya ditawari ikut kemah virtual ini, tapi kemudian percikan keengganan itu lenyap ketika mengisi kolom alasan mengikuti kemah virtual di lembar perdaftaran. Ternyata kemah ini begitu dekat dengan saya. Sekolah saya memang mengedepankan pendidikan karakter. Dari kebiasaan mengantri sampai pada sikap semapta. Jadi saya pikir akan sangat berguna jika saya mengikuti kegiatan ini, harapannya dapat saya bagikan ilmu yang saya dapat di lingkungan yang tepat (sekolah saya).

Saya kira kemah ini akan sama seperti webinar yang pernah saya ikuti. Hanya fokus mendengarkan dan membaca slide. Nyatanya, panitia Kemah Karakter Virtual ini benar-benar “niat” menyelenggarakan acara yang menarik bagi anak dan keluarga. Hari pertama kemah ini menyenangkan. Maafkan keraguan saya tentang kualitas acara ini.

Kemah Karakter ini adalah yang pertama kali dan diselenggarakan virtual. Kemah ini hanya menampung 4000 orang dan saya tahu banyak anak yang tidak dapat ikut karena tidak memiliki akses internet, bahkan gawai.

Hari pertama ini saya mengikuti pemaparan dari 4 orang narasumber. Sebuah pengalaman istimewa ketika saya menjumpai orang-orang yang benar-benar peduli tentang pembinaan karakter dari usia dini. Lingkungan saya memang banyak memberikan saya seberapa penting pendidikan karakter, namun saya tahu masih banyak orang yang acuh tak acuh terhadap pendidikan karakter.

Saya tidak dapat menjelaskan secara gamblang apa yang narasumber berikan, karena tidak mengasyikkan jika anda tidak menontonnya sendiri di kanal Youtube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI. Yang pasti, bukan melulu pendidikan karakter, juga ada edukasi tentang COVID-19.

Kemah ini banyak memberikan doorprize untuk pesertanya, dalam kegiatan bertanya pada narasumber dan menjawab kuis. Satu hal yang saya kritisi, hadiah memang menarik sampai semua orang mengerahkan segala kemampuannya untuk mendapat hadiah. Satu hal yang membuat saya miris, kenapa harus ada hadiah agar mau mengerahkan segala kemampuan? Tapi ya, tidak ada salahnya. Setidaknya mereka telah berpartisipasi dengan bersemangat.

Anda harus menjadi begitu kritis dan bersemangat untuk setiap acara yang Anda ikuti jika Anda mau menjadi yang terbaik. Walau terbaik yang satu tadi adalah menurut orang-orang. Ya, tidak ada salahnya menjadi terbaik di mata orang-orang. Saya saja yang berpikir bahwa terbaik di mata diri sendiri lebih keren.

Ini baru hari pertama. Hal yang paling saya ingat tentang pendidikan karakter yang dipaparkan adalah menjadi bahagia, kamu berharga, dan say no to addiction. Di hari esok, saya menunggu sebuah kalimat pencerahan yang menohok bagi pemuda dan pelajar Indonesia tahun 2020.

Dengan adanya tulisan ini, semoga bisa menjadi catatan dari pihak peserta. Semoga di hari yang akan datang, di kemah karakter yang akan datang (jika ada) pengalaman saya bisa menjadi rujukan dan bekal.

Kemah Karakter Hari ke-2


Komentar