Hi, Apa Kabar 2021? : Sebuah Refleksi Mengawali 31 Hari Menuju Tahun Baru

Ini adalah sebuah esai, opini, dan refleksi menuju tahun baru. Tentang melihat kembali pencapaian diri selama satu tahun. Tulisan ini mengandung beberapa hal tentang mengapa hidup harus punya tujuan.

Apa kabar 2021-mu?

Tahun ini sudah pergi ke mana saja? Ke luar negeri? Luar kota mungkin? Atau justru tetap di rumah karena pandemi?

Setahun ini penuh dengan pandemi—dari Januari sampai hari ini. Kehidupan pasti sudah banyak berubah sejak pandemi tahun lalu. Sekolahmu pasti tidak seperti biasanya kan? Jadi selesai sekolah kamu melakukan apa?

Ikutan webinar dengan banyak doorprize? Ikut challange di tik tok? Bekerja keras tapi tidak dihargai? Bangun bisnis online mungkin? Pacaran atau move on? Kemungkinan terburuk: Kena PHK, ditinggal wafat keluarga, orang tua berpisah, sakit keras. Semoga kamu tidak di antaranya.

Kukira banyak sekali yang sudah kamu lakukan, banyak juga yang pastinya sudah terjadi. Baik-buruk tentu ada banyak sekali.

Yang pasti yang sudah dijalani ada yang diingat ada pula yang terlupakan. Kalau kutanya apa yang paling menyenangkan atau paling menyedihkan, kamu punya jawabannya? Aku sendiri bingung menjawab ini. Mungkin harus berpikir satu-dua jam untuk menjawab ini.

Setiap napas yang diambil ataupun dikeluarkan menunjukkan kehidupan. Dalam setiap hembusan napas ada kegiatan yang dijalani.

Waktu terasa singkat untuk ukuran satu tahun lamanya. Ada yang bilang, menulis catatan untuk satu tahun lebih sedikit daripada menulis catatan untuk satu hari.

Satu tahun ini, waktumu menyenangkan?

Jawab jujur saja, tidak perlu memikirkan pendapat orang lain tentang menyenangkan atau tidak menyenangkan waktumu telah dihabiskan.

“Senang” dari segi bahasa punya arti tapa rasa susah atau dalam keadaan baik.

Sayangnya susah-senang, baik-buruk, itu relatif. Ada yang bilang scroll tik tok itu menyenangkan, ada juga yang bilang itu waste your time. Apa pun itu, kehidupan tidak selalu menyenangkan dan manusia hidup untuk hidup yang menyenangkan (tidak susah dan baik-baik saja).

Bisa dibilang “senang” adalah tujuan manusia hidup. Banyak yang mengartikan “senang” itu bisa di dunia atau di akhirat nanti. Tapi kalau tujuannya “senang,” kesenangan punya banyak variasi, terlalu luas artinya.

Setahun ini, senang-mu untuk apa saja?

Kalau jawabannya untuk banyak hal (baca: dapat nilai tinggi, menang lomba, pacaran dengan orang yang dicintai, nikah, omset bisnis 100 juta, diterima kuliah, dll) kamu tidak punya tujuan hidup yang jelas.

Tujuan yang jelas membuatmu lebih senang.

Misal mau tahu soal matematika yang susah sekali dijawab, lalu copy-paste soalnya di google. Kalau nemu jawabannya, rasanya senang bukan?

Lihat, dengan tujuan mencari jawaban, hal-hal yang sudah dilakukan menjadi menyenangkan ketika sudah diselesaikan dan berhasil (dapat jawaban).

Dengan hidup yang punya tujuan, hal-hal yang sudah dilakukan menjadi menyenangkan ketika sudah diselesaikan dan berhasil. Kalau gagal? Ya cari sampai dapat. Persis ketika tidak menemukan jawaban soal matematika di google lalu beralih ke tanya teman.

Kalau ditanya “Apa tujuan hidupmu?” jawabannya terlalu complicated.

“Kalau di tahun 2022 aku tidak punya apa pun selain diri sendiri, saya akan melakukan apa?”

Nah, coba dijawab. Dengan kenyataan kamu pasti punya sesuatu, entah dukungan keluarga ataupun sekolah yang belum selesai, mau melakukan apa tahun depan terjawab dengan lebih mudah.

Dengan memosisikan diri sebagai individu yang sendirian, tidak punya harta, dan benar-benar hanya punya diri sendiri, harapannya juga bisa membuatmu lebih bersyukur dengan apa pun yang kamu punya hari ini, meskipun hanya satu setel pakaian.

Kalau tidak menentukan tujuan yang jelas, kamu ngga akan senang. Kalaupun tidak menentukan tujuan (seperti tahun ini) senangnya hanya sesaat. Tidak bisa kekal dan bisa diceritakan ke orang lain.

Main medsos dan dapat 200 like mungkin terdengar menyenangkan, tapi senangnya sudah cukup di situ, nanti kalau sudah dapat 200 like maunya dapat 1000 like.

Coba kalau tujuanmu bisa bahasa Inggris cuma dari main medsos? Tidak perlu ikut pelajaran bahasa Inggris kamu sudah bisa bahasa Inggris. Selain jadi bisa nulis caption pakai bahasa Inggris tanpa perlu ke google translate dahulu, pengalamanmu jadi super menarik. Kalau kamu memang suka dengan atensi, menceritakan hal ini memberikan nilai menakjubkan dari orang terhadap pribadimu.

Hidup yang punya tujuan itu menarik bukan?

Komentar