Kemah Karakter Virtual 2020 Hari Ketiga | Jurnal Akhir
Opini dan review keiatan Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia jenjang, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK/SMKLB. Penulis sendiri merupakan pelajar SMK.
Keterangan Masa Kemah yang diikuti penulis
Tanggal Pelaksanaan : 9 Juli 2020
Sesi : II
Waktu : 13.00 s.d 15.00 WIB
Hari ke-3 harus berjalan seperti hari ke-2, telambat lagi.
Saya kira acara ini tidak akan terganggu karena waktu saya senggang, ternyata
saya harus menemui masalah yang lebih penting untuk diselesaikan dari pada
mengikuti kemah ini.
Narasumber hari ini sangat menarik. Namun saya menemukan
sesuatu (yang menurut saya) cukup mengganggu. Kesiapan narasumber kadang
diserahkan sepenuhnya kepada narasumber, panitia hanya cukup mengundang
narasumber dan memastikan acara berlangsung lancar, tapi saya sadar bahwa tidak
ada gading yang tak retak, narasumber kali ini terlihat tidak mengetahui acara
apa ini. Saya kira jika dipersiapkan dan dikawal dengan ekstra, antar
narasumber dan tema acara dapat saling bekerja sama untuk mewujudkan tujuan
acara. Lalu perasaan aneh yang menggelitik karena menemui bahwa pembawa acara
yang kita ikuti bahkan tak tahu acara apa yang ia bawakan tidak akan terjadi.
Perasaan dibodohi pun tidak akan singgah meski sekejap.
Saya sama sekali tidak menampik bahwa acara ini sangat
bermanfaat. Narasumber kali ini menekankan tentang menjadi berbeda di jalan
yang benar. Kreatif meski lingkungan tidak mendukung. Dimanapun berada harus
melakukan gebrakan untuk diri, jangan hanya menonton orang lain berkembang.
Narasumber kali ini juga membahas tentang bijak bermedia
sosial. Sebuah nasehat yang sangat cocok untuk anak muda sekerang. Dimana anak
mudanya lebih suka meniru untuk ditiru, bukan berkarya untuk ditiru.
Pembahasan kali ini juga merambah ke topik mengenai narkoba.
Lewat narasumber saya cukup terkejut bahwa pemakaian narkoba sekitar 20 tahun
yang lalu belum sedilarang sekarang. Pendidikan anti narkoba memang sangat
perlu ditekankan pada pendidikan karakter, karena narkoba itu sendiri datang
dari karakter sakit dan menyebabkan karakter menjadi lebih sakit.
Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
KEMDIKBUD yang telah mengadakan acara menarik di tengah belajar dari rumah yang
menjemukan. Kritik saya, semoga dapat menjadi catatan untuk acara-acara
kemdikbud di masa depan. Terima kasih telah mengadakan acara menginspirasi ini.
Webinar lengkap dapat diakses di sini.
Komentar
Posting Komentar